Kebakaran Hebat di Jalan Dr Murjani, 20-30 Rumah Warga Diperkirakan Terdampak
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Dr. Uria Ninu Napulangit di lokasi Kebakaran Jl. Dr. Murjani Gg. Sari 45, Minggu (12/7/2026). (Foto: Zailani/TIMES Indonesia)

Kebakaran Hebat di Jalan Dr Murjani, 20-30 Rumah Warga Diperkirakan Terdampak

Butuh waktu sekitar 45 menit hingga satu jam bagi petugas untuk menjinakkan titik-titik utama kobaran api, sebelum akhirnya dilanjutkan dengan proses pendinginan.

TIMES Palangkaraya,Minggu 12 Juli 2026, 17:31 WIB
1.8K
M
Muhammad Zailani

PALANGKA RAYAKepulan asap hitam membubung tinggi di langit Kota Palangka Raya, Minggu (12/7/2026) siang. Si jago merah mengamuk di kawasan permukiman padat penduduk, Jalan dr. Murjani, Gg Sari 45, tepat di belakang bekas Hotel Rahman.

‎Dalam hitungan menit, api yang diduga bermula dari salah satu rumah milik warga menjalar cepat dan melahap puluhan rumah di sekitarnya.

‎Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Dr. Uria Ninu, yang turun langsung ke lokasi kejadian, mengatakan laporan pertama kali diterima melalui layanan darurat 112 pada pukul 13.11 WIB.

‎"Lebih kurang pukul 13.11 mendapat laporan di call center 112 setelah terjadi kebakaran di Jalan Murjani sekitar Gang Sari," ujar Kadis Damkar tersebut di Lokasi Tempat Kejadian Kebakaran (TKK).

‎Tak butuh lama tim Damkar Kota Palangka Raya beserta Relawan Pemadam Kebakaran di Kota Palangka Raya meluncur ke Lokasi Kebakaran.

‎Ia menyebut, petugas berhasil tiba di lokasi dengan waktu tanggap di bawah 15 menit sejak laporan diterima.

Di lapangan, mereka tak sendiri  Barisan Relawan Kebakaran (Balakar), Dinas Kehutanan, hingga Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah turut turun tangan bahu-membahu memadamkan api.

‎"Berdasarkan laporan tersebut, kita langsung merespons dengan respon time di bawah 15 menit," katanya.

‎Mengenai penyebab terjadi nya kebakaran, Uria Ninu, mengungkapkan, indikasi sementara menunjukkan api mula-mula muncul dari salah satu rumah warga.

Namun karena rumah-rumah di kawasan itu saling berdempetan, sehingga api dengan cepat merambat dan membakar bangunan di sekitarnya.

‎"Kebakaran dimulai dari salah satu rumah penduduk, kemudian menjalar ke rumah-rumah lainnya," ujarnya.

‎Butuh waktu sekitar 45 menit hingga satu jam bagi petugas untuk menjinakkan titik-titik utama kobaran api, sebelum akhirnya dilanjutkan dengan proses pendinginan agar bara tak kembali menyala.

‎Dari pantauan sementara di lapangan, Uria Ninu memperkirakan area terdampak mencakup sekitar 1,5 wilayah RT, dengan jumlah rumah yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hingga 30 unit.

‎"Untuk indikasi lokasi mungkin sekitar 1,5 RT, dengan jumlah rumah kita perkirakan antara 20 sampai 30 rumah," katanya.

‎Ia menegaskan, data pasti soal korban jiwa dan kerugian bangunan baru bisa dipastikan usai tim investigasi turun langsung memeriksa lokasi.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum terungkap. Apakah dipicu korsleting listrik, kelalaian penggunaan kompor, atau faktor lain, semuanya masih menjadi tanda tanya yang akan dijawab tim investigasi dalam waktu dekat.

‎"Sumber api di mana, apa penyebab, dan berapa korban yang mengalami, nanti akan kita turunkan tim investigasi yang memberikan laporan secara formal dan legal," kata Uria Ninu.

‎Di tengah upaya pemadaman, seorang petugas dilaporkan mengalami luka ringan akibat terpeleset dan tergores di bagian tangan.

‎Musim kemarau rupanya turut menjadi tantangan tersendiri. Uria Ninu mengaku sempat kesulitan mencari sumber air di sekitar lokasi kebakaran, meski akhirnya tetap bisa ditemukan.

‎"Kendalanya memang sumber air. Untung walaupun masuk musim kemarau, sumber-sumber air masih bisa kita dapatkan," ujarnya.

‎Tak hanya itu, kerumunan warga yang penasaran turut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas untuk bergerak cepat di lokasi kejadian.

‎Dalam penanganan kebakaran ini, sebanyak tiga unit mobil pemadam dengan 14 personel diterjunkan, ditambah delapan kelompok Balakar dari Kecamatan Tandut. Total, sekitar 40 hingga 50 personel gabungan berjibaku memadamkan api siang itu.

‎Uria Ninu pun mengingatkan warga untuk lebih waspada memasuki musim kemarau. Penggunaan peralatan listrik dan kompor, baik gas maupun minyak tanah, disebutnya perlu ekstra hati-hati agar tak memicu kejadian serupa.

‎"Mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan listrik ataupun kompor, baik kompor gas maupun minyak tanah," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muhammad Zailani
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Palangkaraya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.