Karhutla Palangka Raya Tembus 265 Kejadian, Total Lahan Terbakar 241,65 Hektare
Data BPBD Palangka Raya menyebut bahwa total luas lahan yang terbakar mencapai 241,65 hektare.
PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat 265 kali kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak status siaga darurat karhutla ditetapkan 1 Juni 2026 hingga 17 Agustus 2026 lalu.
Data BPBD Palangka Raya menyebut bahwa total luas lahan yang terbakar mencapai 241,65 hektare.
Plt Kepala BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengatakan kejadian karhutla paling banyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya dengan 172 kali, disusul Sebangau 64 kali, Pahandut 21 kali, dan Bukit Batu 8 kali.
Sementara Kecamatan Rakumpit tidak mencatat kejadian karhutla dalam periode tersebut.
Penanganan karhutla melibatkan sejumlah instansi, di antaranya BPBD Kota Palangka Raya dan BPBD Provinsi Kalimantan Tengah
Juga, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Pemadam Kebakaran Kota, Manggala Agni, Samapta Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, Kodim 1016, dan Satpol PP.
Selain itu, sejumlah kelompok relawan pemadam kebakaran turut dilibatkan, di antaranya TSAK Menteng, TSAK Bukit Tunggal, TSAK Palangka, BPK Amin Subur dan BPK Borneo Sektor.
Ada pula BPK Pinus Permai, BPK Bengaris, BPK Putra Pahandut, BPK Pandawa, BPK Banda Raya, ERP, BPK Flamboyan, BPK Pahandut Seberang, PKCM, BPK Hiu Putih, dan BPK Wisata Jaya.
Hendrikus menjelaskan, petugas gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan di lokasi karhutla, patroli rutin di wilayah rawan kebakaran, serta koordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan di lapangan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

