Stok Sapi Kurban Kalteng Melimpah, Barantin Perketat Jalur Masuk Ternak
Jelang Idul Adha 2026, stok sapi kurban di Kalteng aman dan bebas PMK. Barantin dan peternak lokal perketat karantina, menjamin kesehatan hewan dan kenyamanan ibadah kurban.
PALANGKA RAYA – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, ketersediaan sapi kurban di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dipastikan dalam kondisi aman dan memenuhi standar kesehatan.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) Kalimantan Tengah bersama para peternak lokal bersinergi memastikan setiap ekor sapi yang masuk ke Kalteng bebas dari penyakit, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Hingga dua bulan terakhir di tahun 2026, tercatat sekitar 962 ekor sapi telah masuk ke Kalimantan Tengah. Pasokan ini berasal dari wilayah zona hijau seperti NTT, Bali, dan Jawa Timur," ujar Sondang saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026).
Sondang menekankan, Barantin menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang sangat ketat sesuai SK Deputi Karantina Hewan Nomor 17 Tahun 2026. Setiap hewan yang datang wajib disertai dokumen kesehatan lengkap dari daerah asal.

"Kami terjunkan tim dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan klinis dan dokumen secara mendalam. Sejauh ini, seluruh sapi yang masuk dinyatakan sehat dan bebas gejala PMK, sehingga kami telah menerbitkan sertifikat pembebasan agar sapi-sapi tersebut siap didistribusikan sebagai hewan kurban," jelasnya.
Ketatnya pengawasan ini menjadi angin segar bagi para pedagang dan peternak sapi di Kalimantan Tengah (Kalteng). Salah satunya adalah H. Sutikno, seorang peternak sapi kawakan di ibu kota provinsi tersebut. Ia mengaku sangat terbantu dengan prosedur karantina yang transparan dan profesional.
"Alhamdulillah, tahun ini prosesnya lancar. Sapi-sapi kami yang datang dari Jawa, Kupang, Bima, dan Sulawesi semuanya masuk melalui jalur karantina terlebih dahulu. Kalau belum sehat, tidak boleh masuk. Jadi kami sebagai pedagang merasa tenang, pembeli pun nyaman," tutur H. Sutikno.
Meski menghadapi tantangan biaya operasional yang dinamis, Sutikno mencatat adanya antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Dari stok yang ia datangkan, sebanyak 106 ekor sapi miliknya bahkan sudah habis dipesan oleh pelanggan setia.
"Tahun ini peminatnya luar biasa, rata-rata sudah pesanan orang. Kami fokus menjaga kualitas dan kesehatan sapi. Kalau ada yang terlihat kurang fit, langsung kita beri vitamin agar tetap prima sampai hari penyembelihan nanti," terangnya.
Kelancaran distribusi dan jaminan kesehatan hewan kurban ini diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman bagi umat Muslim yang akan beribadah kurban, tetapi juga mendorong stabilitas ekonomi di sektor peternakan Kalteng.
Sinergi antara otoritas karantina, dinas terkait, dan peternak lokal menjadi kunci utama kesuksesan perayaan Idul Adha tahun ini di Kalimantan Tengah.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

