Emy Abriyani, Kartini Penggerak PAD Palangka Raya dengan Kepemimpinan Tegas dan Humanis
Sosok Emy Abriyani mencerminkan wajah Kartini masa kini di lingkup birokrasi. Memimpin dengan kasih sayang namun tetap disiplin menjaga target PAD demi kesejahteraan warga Kota Cantik. (Foto: Infopublik for Times Indonesia)

Emy Abriyani, Kartini Penggerak PAD Palangka Raya dengan Kepemimpinan Tegas dan Humanis

Kepala Bapenda Palangka Raya Emi Abriyani memaknai Kartini lewat kepemimpinan “berhati ibu”, menguatkan PAD dengan ketegasan, kelembutan, dan warisan sistem kerja berintegritas.

TIMES Palangkaraya,Selasa 21 April 2026, 15:14 WIB
155
M
Muhammad Zailani

PALANGKA RAYADi sebuah ruang kerja yang tertata rapi di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya, Selasa (21/4/2026), Emi Abriyani duduk dengan tenang.

Senyumnya menyiratkan pengalaman panjang, namun sorot matanya tetap memancarkan semangat yang sama seperti saat ia pertama kali meniti karier di dunia birokrasi.

‎Momen itu bertepatan dengan Hari Kartini. Bagi Emi, RA Kartini bukan sekadar kebaya atau seremonial tahunan. Ia adalah api yang membakar batasan-batasan tradisional yang dulu mengurung perempuan hanya di area "sumur, dapur, dan kasur".

‎‎"Semangat Kartini itu adalah tentang kemajuan. Dari yang dulu tidak ada akses pendidikan, hingga kini kita bisa menjangkau apa pun. Ini pengingat bahwa perempuan harus terus maju, tidak boleh hanya berdiam diri," ujar Emi mengawali perbincangan.

‎Bagi banyak orang, sektor keuangan dan pendapatan daerah adalah dunia yang "dingin", kaku, dan penuh dengan hitungan teknis yang rumit. Namun, Emi justru melihatnya sebagai ladang pengabdian yang paling vital.

‎Motivasinya sederhana namun fundamental yaitu membangun daerah. 

‎"Pajak itu sudah ada sejak zaman kerajaan. Negara tidak bisa hanya mencetak uang tanpa ada perputaran kembali dari masyarakatnya. Saya tertarik di sini karena ingin memaksimalkan penerimaan daerah agar bisa kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan yang nyata," jelasnya dengan nada yang lembut namun tegas. 

‎Menjadi pimpinan di lembaga yang mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukan hal yang mudah, perlu ketegasan ekstra menjadi pemimpin. Namun, sebagai perempuan, Emy punya senjata rahasia yang tidak dimiliki semua orang dalam memimpin sebuah lembaga, yaitu Sisi Keibuan.

‎Emi menganalogikan Bapenda sebagai satu batang tubuh. Jika satu anggota sakit, maka seluruh tubuh akan merasakannya. Itulah mengapa ia mengutamakan kekompakan tim di atas segalanya.

‎"Kita harus tegas karena ada target yang harus dicapai demi pembangunan kota. Tapi di sisi lain, saya harus mengayomi, membina, dan memotivasi mereka layaknya seorang ibu kepada anak-anaknya. Pendekatan dari hati ke hati seringkali lebih ampuh daripada sekadar perintah formal," ungkap Emi.

‎Strategi ini terbukti efektif. Di bawah kepemimpinannya, Bapenda Palangka Raya didominasi oleh pegawai perempuan dengan 57 orang dari total 103 pegawai. Emy percaya, kelembutan dan kesabaran perempuan adalah kekuatan besar saat berhadapan dengan Wajib Pajak (WP).

‎"Menghadapi WP yang keras terkadang tidak bisa dengan kekerasan lagi. Senjata perempuan itu adalah kelembutan dan argumen yang logis. Di situlah perempuan menunjukkan bahwa mereka mampu mencapai goals yang sama, bahkan lebih," jelasnya.

‎Di usianya yang akan menginjak 59 tahun pada Oktober mendatang, Emi mulai menatap masa purnatugas yang dijadwalkan tahun depan. Namun, ia tidak ingin pergi begitu saja tanpa meninggalkan jejak.

‎Bagi Emi, warisan yang ingin ia tinggalkan bukanlah sekadar angka-angka di atas kertas, melainkan sebuah sistem kerja yang berintegritas dan mentalitas pantang menyerah.

‎"Menjelang masa purnatugasnya tahun depan, Emi tidak sekadar menghitung hari. Ia sedang merajut warisan. Baginya, Kartini modern adalah mereka yang mampu membangun sistem yang berkelanjutan, sehingga ketika tongkat estafet kepemimpinan berpindah, semangat profesionalisme dan integritas yang ia tanamkan tetap bersemi di hati para perempuan tangguh di Bapenda Palangka Raya." tambahnya.

‎Bagi kaum perempuan di Palangka Raya,Emi, berpersan bahwa tidak ada batasan untuk berkarir, bahkan di bidang yang dianggap sulit sekalipun. Teruslah belajar, jadilah perempuan yang mandiri dan berdaya," pesan Emy menutup pembicaraan.

‎Kisah Emi Abriyani adalah bukti nyata bahwa semangat Kartini tetap hidup di koridor-koridor birokrasi pemerintahan Palangka Raya. Ia membuktikan bahwa dengan ketegasan yang dibalut kasih sayang, seorang perempuan mampu menjaga nadi keuangan kota tetap berdenyut kencang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muhammad Zailani
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Palangkaraya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.