Sungai Barito Surut Drastis, Ancam Distribusi Logistik Barsel
Fenomena di Jembatan Kalahien ini menjadi pengingat bagi semua pihak pentingnya menjaga ekosistem sungai.
BUNTOK – Pemandangan tak biasa terlihat di bawah Jembatan Kalahien, Kabupaten Barito Selatan. Debit air Sungai Barito yang merupakan urat nadi transportasi dan ekonomi masyarakat Kalimantan Tengah terpantau menyusut drastis dalam beberapa waktu terakhir, hingga memunculkan hamparan pasir yang luas di tengah sungai.
Fenomena ini dipicu oleh intensitas curah hujan yang menurun signifikan belakangan ini di wilayah hulu barito dan sekitarnya. Akibatnya, pasokan air menuju hilir berkurang drastis. Kondisi ini diperparah oleh tingginya tingkat sedimentasi atau pengendapan lumpur dan pasir yang terbawa arus saat musim hujan lalu, yang kini menumpuk dan membentuk "pulau pasir" saat air surut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada jalur transportasi air. Pendangkalan yang terjadi membuat alur pelayaran menjadi lebih sempit dan berisiko bagi sarana transportasi sungai bertonase besar.

Arbain (35), salah seorang warga setempat yang kerap beraktivitas di sekitar sungai, menuturkan bahwa fenomena ini mulai terlihat mencolok seiring dengan minimnya curah hujan di hulu sungai.
"Air turun sangat cepat. Sekarang pasir di tengah sungai sudah muncul seperti pulau. Kalau kondisi ini terus berlanjut, kapal-kapal besar atau tongkang bakal kesulitan melintas, dan ini pasti berpengaruh ke distribusi barang ke daerah pelosok," ujar Arbain saat ditemui di sekitar Jembatan Kalahien, Selasa (31/3/2026).
Fenomena ini tidak hanya berdampak pada sektor logistik, tetapi juga menjadi perhatian bagi para nelayan sungai. Penyusutan air seringkali mengubah pola tangkap dan lokasi ikan, yang secara tidak langsung menekan pendapatan harian warga pesisir sungai.
Masyarakat berharap ada perhatian dari instansi terkait, terutama dalam hal pemantauan alur navigasi pelayaran agar tidak terjadi insiden kapal kandas di titik-titik pendangkalan. Selain itu, kondisi cuaca yang fluktuatif di wilayah Barito Selatan menuntut warga untuk lebih waspada terhadap perubahan debit sungai yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Masyarakat berharap ada perhatian dari instansi terkait, terutama dalam hal pemantauan alur navigasi pelayaran agar tidak terjadi insiden kapal kandas di titik-titik pendangkalan. Selain itu, kondisi cuaca yang fluktuatif di wilayah Barito Selatan menuntut warga untuk lebih waspada terhadap perubahan debit sungai yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Fenomena di Jembatan Kalahien ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga kesejahteraan ekosistem sungai. Harapannya, kondisi ini segera berlalu agar Sungai Barito kembali ramah dan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat Barito Selatan seperti sediakala. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

