Misteri Dana Hibah Rp20 Miliar Diselidiki: Pimpinan KPU Palangka Raya Pilih Bungkam
Suasana di depan Kantor KPU Kota Palangka Raya, Jalan Tangkasiang No. 16, pasca-penggeledahan maraton oleh Kejari Palangka Raya, Rabu (29/4/2026) siang. (Foto: Zailani/TIMES Indonesia)

Misteri Dana Hibah Rp20 Miliar Diselidiki: Pimpinan KPU Palangka Raya Pilih Bungkam

Dugaan korupsi dana hibah Pilkada Rp20 miliar di KPU Palangka Raya memanas usai penggeledahan Kejari; pimpinan KPU tertutup dan enggan beri keterangan langsung.

TIMES Palangkaraya,Rabu 29 April 2026, 15:13 WIB
956
M
Muhammad Zailani

PALANGKA RAYABabak baru pengusutan dugaan korupsi dana hibah Pilkada senilai Rp20 miliar tahun anggaran 2023-2024 ditubuh KPU Kota Palangka Raya semakin memanas.

‎Pasca penggeledahan maraton oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya pada Selasa (28/4/2026) sore hingga malam. 

‎Kini, pada Rabu (28/4/2026) siang, suasana di kantor penyelenggara pemilu tersebut tampak diselimuti ketegangan.

‎Meski aktivitas perkantoran di Jalan Tangkasiang tersebut, terlihat berjalan normal, namun ada pemandangan kontras terkait sikap para komisionernya.

‎Berdasarkan pantauan lapangan, para petinggi KPU terkesan enggan bertatap muka langsung dengan awak media guna memberikan klarifikasi transparan kepada publik.

‎Ketua KPU Kota Palangka Raya Joko Anggoro yang diketahui berada di dalam ruang kerjanya, menolak untuk ditemui secara langsung. Ia memilih memberikan respons singkat melalui pesan elektronik WhatsApp.

‎Secara mengejutkan, Joko memberikan sinyal bahwa dirinya tidak mengetahui rencana kedatangan tim jaksa pada Selasa malam tersebut.

‎Saat dikonfirmasi apakah benar dirinya awalnya tidak mengetahui kedatangan tim Kejari, Joko hanya menjawab singkat.

‎"Ya," tulis Joko Anggoro melalui pesan WhatsApp. 

‎Mengenai substansi penggeledahan yang menyasar dokumen dana hibah senilai puluhan miliar tersebut, Joko mengaku belum bisa berbicara banyak. 

‎"Maaf kami belum bisa memberikan banyak keterangan, karena saya masih belum menerima informasi yang utuh terkait kejadian malam tadi, tapi intinya kami kooperatif terhadap proses yang sedang berjalan," imbuhnya.

‎Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Ria Susanti, salah satu komisioner KPU Kota Palangka Raya. Saat tertangkap kamera hendak meninggalkan gedung KPU, Ria tampak terburu-buru memasuki mobil dan enggan menanggapi rentetan pertanyaan wartawan terkait dugaan penyimpangan dana hibah ditubuh KPU tersebut.

‎"Nanti sajalah, nanti. Sama mereka saja," cetus Ria sambil berlalu, menghindari konfirmasi lebih lanjut mengenai temuan jaksa di kantornya.

‎Kasus yang tengah dibidik Kejari Palangka Raya ini bukan perkara kecil. Anggaran hibah senilai Rp20 miliar untuk pelaksanaan Pilkada 2023-2024 kini menjadi sorotan utama. 

‎Penggeledahan yang dilakukan sebelumnya bahkan telah mengamankan sejumlah dokumen, alat elektronik, hingga temuan mengejutkan berupa stempel palsu dan nota kosong.

‎Sikap tertutup para pucuk pimpinan KPU Kota Palangka Raya ini memicu pertanyaan publik. Jika memang kooperatif, mengapa para pimpinan seolah menghindari dialog langsung dengan media massa sebagai saluran informasi publik. (*)‎

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muhammad Zailani
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Palangkaraya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.