https://palangkaraya.times.co.id/
Berita

Rendahkan Denmark Soal Greenland, AS Diperingatkan Tak Serang Anggota NATO

Selasa, 06 Januari 2026 - 06:54
Rendahkan Denmark Soal Greenland, AS Diperingatkan Tak Serang Anggota NATO Inilah salah satu sudut pulau Greenland yang selalu bersalju yang ingin dicaplok Donald Trump. (FOTO: Euronews)

TIMES PALANGKARAYA, JAKARTA – Presiden AS, Donald Trump masih ngotot ingin mencaplok Greenland dan merendahkan pemerintahan Denmark. Jika dengan AS menyerang anggota NATO itu, maka segalanya akan berakhir.

Trump kembali mengungkit keinginannya untuk mencaplok dataran bersalju wilayah Denmark yang terletak di antara Samudra Arktik dan Samudra Atlantik Utara, di sebelah timur laut Kanada dan barat laut Islandia itu.

Trump ngotot dengan keinginannya mencaplok Greenland dengan alasan pulau itu sangat penting bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Senin (5/1/2026)  kemarin, Trump sekali lagi mengutarakan  Amerika Serikat membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional. "Denmark tidak akan mampu mengurusnya," kata Trump.

Trump menekankan bahwa Greenland memiliki posisi strategis yang kuat, dan ia menggambarkan pengaruh Rusia dan China semakin meningkat di pulau itu dengan kehadiran kapal-kapal milik kedua negara tersebut di sekitarnya.

Denmark dan Warga Greenland Menolak

Sementara Denmark dan warga Greenland sudah jelas-jelas menolak keinginan Trump itu.

"Sudah, cukup. Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi isyarat. Tidak ada lagi fantasi aneksasi. Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk diskusi. Tetapi itu harus melalui saluran yang tepat dan sesuai dengan hukum internasional," tegas Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen dalam sebuah unggahan di Facebook.

"Saya harus mengatakan kepada Amerika Serikat dengan jelas: sama sekali tidak dapat diterima untuk menyarankan agar Amerika Serikat mengendalikan Greenland," ungkap Mette Frederiksen.

Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen juga meminta Trump untuk mundur.

Beberapa negara Eropa dan Uni Eropa bergegas mendukung Denmark, yang telah mendesak Washington untuk berhenti mengancam sekutu NATO.

"Jika Amerika Serikat memutuskan untuk melakukan serangan militer terhadap negara NATO lain, maka semuanya akan berakhir termasuk NATO dan oleh karena itu keamanan pasca Perang Dunia II," tandas Mette Frederiksen saat berada di Kopenhagen kepada jaringan TV2. 

Sementara itu, Senin kemarin Prancis menyatakan dukungannya terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Denmark dan Greenland, menyusul ancaman baru dari Presiden Trump.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Pascal Confavreau, mengatakan kepada televisi TF1, bahwa Prancis "berdiri dalam solidaritas dengan Denmark,". 

Pascal menekankan bahwa Greenland adalah milik rakyat Greenland dan rakyat Denmark. "Terserah mereka untuk memutuskan apa yang ingin mereka lakukan," tandasnya.

Pascal juga menekankan bahwa perbatasan tidak bisa diubah dengan kekerasan.

Greenland adalah bagian dari Denmark dan menikmati pemerintahan sendiri.

Pulau ini merupakan pulau terbesar di dunia dan terletak di posisi penting di Arktik, yang semakin penting secara strategis seiring mencairnya es dan terbukanya jalur perdagangan baru sebagai akibat dari perubahan iklim .

Greenland, salah satu dari dua wilayah otonom Kerajaan Denmark bersama dengan Kepulauan Faroe, terletak lebih dari 2.900 kilometer dari Denmark. (*)

Pewarta : Widodo Irianto
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Palangkaraya just now

Welcome to TIMES Palangkaraya

TIMES Palangkaraya is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.